Demam piala dunia jelang laga Spanyol-Belanda

Antusiasme penggemar sepak bola di Indonesia mulai terasa saat laga perdana Piala Dunia antara Brasil dan Kroasia, Kamis (13/06) dini hari.

Oggy and the Cockroaches: The Movie, Kisah Penyelamatan Dunia

Di balik penciptaan dunia, terdapat dua kekuatan besar yang beradu. Zaman demi zaman terlewati, generasi demi generasi bermunculan, kedua kekuatan itu masih saja berperang.

Warga Pontianak Gegerkan Penemuan Mayat Pocong Keluar Dari Kuburan

Warga di Jalan Adi Sucipto Pontianak dihebohkan dengan penemuan mayat yang masih dibungkus dengan pocong atau kain kafan di atas sebuah kuburan. Penemuan mayat pada Sabtu (25/5) itu

Website Resmi pemerintah Kota Singkawang

Sebagai orang asli Singkawang, anda pasti harusnya tau tentang yang satu ini, Website resminya pemerintahan kota singkawang.

Do You Know About The Top 10 brain Damaging Habits??

No Breakfast, Overeating, Smoking, High Sugar Consumption, Air Pollution, Sleep Deprivation...

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Ilmuwan Jepang Ciptakan Organ Vital Lewat Perut Hewan


Ilmuwan Jepang mempunyai ide tak lazim, yaitu menanamkan embrio manusia dalam tubuh hewan. Harapannya, sel induk manusia dalam tubuh hewan itu dapat menumbuhkan organ vital seperti ginjal atau hati saat hewan dewasa nanti.

Saat dewasa itulah, seperti dilansir laman phys.org, Selasa 18 Juni 2013, ilmuwan bisa memanen organ vital itu untuk ditransplantasikan ke manusia yang membutuhkannya. Mekanisme penitipan embrio dalam tubuh hewan ini disebut dengan 'chimeric embryo'.

"Para ahli akan mempelajari kemungkinan jenis penelitian apa yang akan menghasilkan," kata seorang pejabat pemerintah.

Jenis penelitian nanti, tambah pejabat tersebut, akan mempertimbangkan secara khusus masalah etika dan martabat manusia.

Sementara itu, pemerintah telah menunjuk panel yang terdiri dari ilmuwan, profesor hukum dan pewarta. Panel itu segera akan melangsungkan pertemuan dan mengeluarkan rekomendasi kepada komite pemerintah pada bulan depan.

Nantinya, komite ini diharapkan mulai menyusun pedoman batasan penelitian embrio di Jepang. Sebab, tingkat penerimaan inovasi embrio di Jepang berbeda dengan AS. Di negeri Matahari ini, masih ada penolakan publik meski liputan media Jepang menyambut positif.

Saat ini, kata pejabat itu, ilmuwan di Jepang diperbolehkan menumbuhkan embrio chimeric sampai dua minggu dalam tabung tapi dilarang menempatkan embrio dalam rahim hewan.

Pembuahan sel induk

Pejabat itu menambahkan, dalam percobaan yang dipimpin oleh Hiromitsu Nakauchi dari Universitas Tokyo, para ilmuwan ingin menanamkam embrio chimeric yang terbuat dari pembuahan sel telur babi dan sel induk bersifat pluripotensi hasil induksi atau induced Pluripotent Stem cell (iPS), ke dalam rahim babi.

Sejak temuan induced Pluripotent Stem cell" (iPS) pada 2006 oleh Shinya Yamanaka, peneliti Kyoto University, Jepang, temuan itu membuat hanya ada satu cara untuk mendapatkan sel induk yakni memanennya dari embrio manusia. 

Namun, cara itu dinilai kontroversial, mengingat butuh penghancuran embrio, suatu proses yang konservatif. Atas temuan itu, Yamanaka menyabet nobel kedokteran pada tahun lalu karena berhasil membuahkan sel induk dari jaringan kulit. 

Seperti halnya sel induk embrionik, sel iPS juga mampu berkembang menjadi sel apapun di dalam tubuh, dengan syarat sumber bahan tersedia.

"Kita akan melihat, apakah percobaan berjalan dengan baik. Tapi, jika kami berhasil memproduksi organ manusia, tahapan selanjutnya yaitu penggunaan organ, ini butuh lima tahun," kata Yamanaka. 

Sementara itu, pada awal tahun ini, tim Nakauchi berhasil mengujicoba babi putih untuk menghasilkan pankreas babi hitam. Soal potensi babi, Nakauchi beralasan, babi sudah akrab di Jepang sebagai pengobatan diabetes dan dapat diterima tubuh manusia.

"Babi memiliki organ yang mirip manusia, baik dari segi ukuran maupun bentuk. Selain itu, kami mengonsumsi babi tiap hari," kata Nakauchi.

Sumber : www.viva.co.id

Male Guppies Reproduce Even After Death


UC Riverside-led research team finds posthumous reproduction in guppies because sperm of dead males survive inside females for at least 10 months

Performing experiments in a river in Trinidad, a team of evolutionary biologists has found that male guppies continue to reproduce for at least ten months after they die, living on as stored sperm in females, who have much longer lifespans (two years) than males (three-four months).
“Populations that are too small can go extinct because close relatives end up breeding with each other and offspring suffer from inbreeding,” said David Reznick, a professor of biology at the University of California, Riverside and the principal investigator of the research project. “If there are stored sperm, then the real population size is bigger than the number of animals you see. Also, stored sperm can increase genetic variation in other ways.”
Reznick explained that male guppies are brightly colored and very variable in coloration. Females prefer males with rare color patterns. A dead male with a long-lost color pattern can later give birth to a son who can now be preferred by females because he is different from all other males in the population. Because some females live so long, those sons can appear more than two generations after the father’s death.
“Adult female guppies are the strongest swimmers and now we know they are the best able to colonize new habitats,” Reznick said. “Long term sperm storage means that a single female can colonize a new site and establish a new population that has a fair measure of genetic diversity since we have found that the older, larger females can carry the sperm of several males. Plants do the same sort of thing differently. They produce seeds that can lay dormant in the soil for decades so each year new offspring can appear that represent many prior generations of parents. Water fleas also lay eggs that can lie dormant for long intervals of time. But this is the first time we see such a phenomenon in a vertebrate.”
Study results appeared online June 5 in the Proceedings of the Royal Society B. While it is well known that guppies store sperm, Reznick and his team had never before thought of the extent of the storage.
“In addition to learning about sperm storage, this is the first time we are learning about the huge differences in lifespan between males and females,” Reznick said. “If we were to use males to estimate generation time, then these differences mean that lucky females live for three generations. A human equivalent would be for us to have women around who were 90 years old and still very fertile.”
The experiments Reznick and colleagues conducted in Trinidad are part of a large-scale, interdisciplinary research program that is characterizing the interaction between ecological and evolutionary processes.
“We are collecting these data for other reasons,” Reznick said. “What we are learning is that such detailed data yield unexpected rewards. Very few studies have the kind of information that we are collecting — long-term mark recapture with genetics — so there is rarely the chance to make a discovery like this. What we are seeing seems rare because it has never before been reported, but it may only seem rare because almost no one has looked for it. It could be common and could play an important role in sustaining genetic diversity in natural populations.”

Jumat, 14 Juni 2013

Kapal Induk China Liaoning Kembali Uji Coba Laut

Kapal induk pertama China, Liaoning, telah meninggalkan markasnya di pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong d China Timur, untuk melakukan percobaan ilmiah dan pelatihan laut, otoritas Angkatan Laut China mengatakan Selasa, 11 Juni 2013.



Menurut Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), itu adalah pertama kalinya Liaoning meninggalkan markasnya untuk melakukan latihan.
tersebut setelah berlabuh disana sejak bulan Februari. Uji coba dan pelatihan sebelumnya yang melibatkan Liaoning dan seluruh awaknya dilakukan di pelabuhan.
Kegiatan latihan selama uji coba laut ini terdiri dari latihan lepas landas dan pendaratan untuk semua pesawat angkut/transportasi.
Saat ini, China baru mengoperasikan satu kapal induk, Liaoning, yang merupakan kapal induk refitted dari kapal induk Rusia yang belum selesai dan dikirim ke 
Angkatan Laut China pada 25 September 2012 lalu. 
Kapal induk Liaoning ini mampu membawa sekitar 30 pesawat yang bersayap tetap.
Liaoning sebelumya juga telah berhasil melepas-landas dan mendaratkan pesawat tempur buatan dalam negeri J-15 yang merupakan cikal bakal kekuatan tempur utama untuk kapal induk China.